Uncategorized

ITB Ultra Marathon 2026 Himpun Donasi Rp1,03 Miliar untuk Dana Lestari

5 menit baca 2 dibaca
ITB Ultra Marathon 2026 Himpun Donasi Rp1,03 Miliar untuk Dana Lestari

ITB Ultra Marathon 2026 Himpun Donasi Rp1,03 Miliar untuk Dana Lestari

Ajang ITB Ultra Marathon 2026 resmi mencapai garis finis di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha, Bandung, pada Minggu (18/10). Gelaran lari jarak jauh prestisius yang menempuh rute Jakarta menuju Bandung ini berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menghimpun donasi sebesar Rp1.038.660.160. Dana tersebut didedikasikan sepenuhnya untuk memperkuat Dana Lestari ITB, sebuah instrumen strategis yang dirancang guna menjamin keberlanjutan pendidikan dan menyediakan akses beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan. Sebanyak 5.216 pelari dari berbagai latar belakang, mulai dari alumni, sivitas akademika, hingga masyarakat umum, turut ambil bagian dalam mengusung semangat "Running for Impact". Kegiatan ini diawali dengan prosesi flag off yang dilakukan secara simbolis di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, pada Jumat (16/10) malam.

Sebagai bentuk komitmen terhadap misi sosial dan pendidikan, panitia penyelenggara menyatakan bahwa kanal penggalangan donasi akan tetap dibuka selama tujuh hari pasca-kegiatan berakhir. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaring partisipasi yang lebih luas, baik dari alumni yang tersebar di seluruh penjuru dunia maupun masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan tinggi di Indonesia. Panitia berharap perpanjangan waktu donasi ini dapat meningkatkan nilai akumulasi dana yang terkumpul guna memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pengembangan infrastruktur akademik dan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus ITB.

Para peserta yang terlibat dalam ITB Ultra Marathon 2026 harus menempuh rute menantang sejauh 180 kilometer. Untuk memfasilitasi berbagai level kemampuan pelari, penyelenggara membagi ajang ini ke dalam lima kategori utama, yakni individu, relay 2, relay 4, relay 8, dan relay 16. Selain menjadi ajang pembuktian fisik, kegiatan ini berfungsi sebagai jembatan yang mempererat tali silaturahmi antar-generasi alumni. Di luar aspek olahraga, ajang ini juga mengintegrasikan misi pengabdian masyarakat. Di sepanjang rute yang dilewati, terdapat rangkaian program sosial yang menyasar komunitas lokal, di antaranya adalah inisiatif penyediaan fasilitas air bersih serta edukasi dan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan bagi warga sekitar.

Kehadiran sejumlah tokoh penting nasional semakin menambah marwah ajang lari ini. Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., tampak berbaur bersama para pelari lainnya. Tidak ketinggalan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Irwan Meilano, turut menunjukkan ketangguhan fisik dengan berlari bersama dalam satu tim, yakni Tim GBFIT. Partisipasi aktif para pejabat publik ini mencerminkan sinergi yang kuat antara birokrasi, akademisi, dan alumni dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para peserta. Menurutnya, kesuksesan ITB Ultra Marathon 2026 bukan sekadar tentang angka donasi yang terkumpul, melainkan tentang soliditas dan ikatan emosional yang terbangun antara alumni dengan almamater. "ITB Ultra Marathon 2026 menunjukkan kuatnya ikatan dan kepedulian alumni terhadap almamater. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan olahraga ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan kampus," ujar Brian saat menyambut pelari di garis finis.

Lebih lanjut, Brian menyoroti pentingnya peran alumni dalam ekosistem pendidikan tinggi. Ia mengapresiasi kontribusi Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) yang selama ini secara konsisten mendukung pembangunan fisik gedung-gedung kampus hingga pengadaan sarana penunjang akademik yang mutakhir. Brian berharap model keterlibatan alumni seperti ini dapat menjadi best practice atau inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk memperkuat jejaring lulusannya. Dengan hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antara kampus dan alumni, tantangan pendanaan pendidikan di masa depan diharapkan dapat diatasi dengan lebih ringan melalui mekanisme Dana Lestari.

Dana Lestari sendiri merupakan instrumen krusial bagi masa depan ITB. Dana yang terhimpun tidak langsung dihabiskan untuk kebutuhan operasional jangka pendek, melainkan dikelola sebagai dana abadi yang hasilnya akan diinvestasikan kembali untuk membiayai beasiswa mahasiswa, riset inovatif, dan pemeliharaan sarana prasarana. Dengan sistem ini, manfaat dari donasi yang terkumpul hari ini akan terus dirasakan oleh mahasiswa lintas generasi. Hal ini sejalan dengan visi ITB untuk menjadi institusi pendidikan yang mandiri, berdaya saing global, dan mampu mencetak pemimpin masa depan tanpa terkendala hambatan finansial.

Di balik kemeriahan dan kesuksesan ajang olahraga ini, suasana haru sempat menyelimuti seluruh sivitas akademika ITB. Perhelatan tahun ini diwarnai dengan kabar duka atas berpulangnya Dody Muhammad Pasha, seorang mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Kepergian salah satu anggota keluarga besar ITB tersebut meninggalkan duka mendalam bagi seluruh rekan mahasiswa, dosen, dan alumni.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, secara langsung menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, ia memimpin doa bersama di sela-sela kegiatan. "Keluarga besar ITB mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ungkap Rektor dengan nada haru. Momen ini menjadi refleksi bagi para peserta bahwa di tengah semangat kompetisi dan pencapaian target donasi, nilai kemanusiaan dan empati tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah sivitas akademika ITB.

Secara keseluruhan, ITB Ultra Marathon 2026 telah sukses melampaui target yang diharapkan. Angka Rp1,03 miliar menjadi simbol kekuatan gotong royong dan kesadaran kolektif untuk berinvestasi pada pendidikan. Ajang ini membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun gerakan filantropi. Semangat "Running for Impact" yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan. Kedepannya, ITB berkomitmen untuk terus menjaga momentum ini agar semangat solidaritas tersebut tidak berhenti di garis finis, tetapi terus berlanjut dalam aksi-aksi nyata lainnya demi kemajuan almamater dan Indonesia yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *